Tugas Artikel Opini Bahasa Indonesia Kelas 12
Menyikapi
Isu Vaksinasi Covid-19 yang Beredar Di Indonesia
Pada hari Rabu, (13/01/2021)
Presiden Joko Widodo menjalani vaksinasi Covid-19 perdana di Indonesia oleh
vaksinator atau orang yang menyuntikan vaksin yaitu Prof. dr. Abdul Muthalib,
sp.PD-KHOM. Vaksinasi sendiri memliki definisi yaitu suatu prosedur untuk
memasukkan vaksin ke dalam tubuh, untuk menstimulasi sistem imun tubuh dan
akhirnya bisa memproduksi imunitas terhadap suatu penyakit.
Pemberitaan
tentang vaksinasi Covid-19 ini memang sudah banyak menuai pro dan kontra
semenjak pemerintah berencana akan mengadakan vaksin ini Agustus lalu. Bahkan,
setelah orang nomor satu di Indonesia, Joko Widodo divaksinasi Covid-19. Pro dan
kontra tersebut malah semakin memanas yang mengakibatkan banyaknya berita hoax yang
beredar yang disebarkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Hal ini menimbulkan
kebingungan di kalangan masyarakat, apalagi semenjak beberapa pejabat tinggi
negeri ini ditangkap oleh pihak berwenang. Kepercayaan masyarakat terhadap
pemerintah menjadi menurun. Walaupun begitu tidak semua jajaran pemerintahan
seperti itu.
Jokowi
menggunakan vaksin buatan Eropa
Postingan status
milik akun facebook Albert Situmorang di halaman facebook Manusia Merdeka
akhir-akhir ini ramai dibanjiri kritik oleh warganet facebook karena telah
memposting sebuah status pada Rabu (13/01/21) yang menginformasikan bahwa
vaksin yang digunakan oleh presiden Jokowi adalah vaksin buatan Eropa. Hal ini
pun segera ditelusuri kebenarannya dan
hasil dari periksa fakta Konaah ini disebutkan bahwa postingan tersebut
adalah hoax serta termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan, dilansir dari turnbackhoax.id.
Vaksin Eropa sendiri
belum mendapatkan Emergency Use
Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sedangkan
vaksin sinovac telah mendapatkan EUA dari BPOM. Jadi, tidak mungkin Presiden
Jokowi menggunakan vaksin yang belum mendapatkan EUA, karena hal tersebut dapat
mengancam keselamatan dirinya dan kemungkinan terbesarnya adalah rakyat
Indonesia bakal sulit menaruh kepercayaan kepada pemimpinnya sendiri.
Ketua
Fraksi PDIP saja ga mau divaksin
Sebenarnya,
orang yang ada di dalam video berdurasi 1 menit 59 detik itu adalah Ribka
Tjiptaning, anggota DPR Komisi IX yang sedang rapat kerja Komisi IX pada Selasa
(12/1/21). Di rapat tersebut, beliau menyatakan penolakan untuk divaksin
Covid-19 dan memilih membayar denda. Mengenai kabar ini, covid19.go.id telah
menyatakan bahwa konten video yang disebarkan oleh Sugeng Putro Pamungkas lewat halaman facebook Selamatkan Ibu Pertiwi tersebut termasuk
dalam kategori konten yang salah..
Walaupun
postingan video tersebut tidak viral, jika dibiarkan begitu saja akan membuat
masyarakat awam berasumsi bahwa orang yang berada di dalam video itu benar
Ketua Fraksi PDIP. Kinerja tim pemberantas hoax dan orang yang melaporkan
berita tersebut patut diacungi jempol karena kesigasiagaannya dalam menelusuri
kebenaran.
Kita sebagai
penduduk negeri ini patut selektif dalam mencari berita yang beredar di media
khususnya media online dan media sosial. Seiring berjalannya waktu kebenaran
suatu berita akan sulit sekali dicari karena kita akan terombang ambing dalam
lautan pro dan kontra yang ada. Apalagi bagi orang-orang yang suka ikut-ikutan
menanggapi pemberitaan yang sedang hangat dibicarakan dengan nada sok tahunya.
Mereka hanya bisa berasumsi seenaknya tanpa pernah menelusuri akar permasalahan
di dalam berita tersebut.
Selalu mengikuti, mengetahui, menelaah dan memberikan kritik serta saran terhadap permasalahan yang terjadi di Indonesia. Khususnya permasalahan pandemi Covid-19 yang kita alami saat ini. Menjadi salah satu cara kita membantu pemerintah untuk meringankan serta memperbaiki kinerjanya dalam menuntaskan permasalahan pandemi Covid-19 yang sedang mewabah di negeri kita yang tercinta ini.
Pinjem akunnya dulu pak sebentar mau cek tugasnya udh ke kirim di blog apa belum.
BalasHapusOk, beritanya bisa dibaca. Tinggal kirim link.
Monolog><